Suatu malam sunyi mencekam, hanya lampu redup yang menerangi ruangan. Seorang gadis memandang ke cermin, bibirnya sedikit terbuka seolah mengundang rahasia.
Lalu ia merasakan sentuhan lembut, panas menjalar di tubuhnya. Pandangannya tertuju pada bayangan yang menghampiri, sarana hasrat tersembunyi.
Perasaan aneh meliputi dirinya, seperti ombak panas yang menerpa. Tangan misterius itu melanjutkan perjalanan, menyusuri seluruh sudut badannya.
Bisikan lirih mengisi udara, ucapan yang tidak terucap tapi terasa kuat. Bayangan itu kian mendekat, menyatu dengan cahaya malap di ruangan.
Lalu semua berubah kabur, hanya hasrat yang tersisa dalam hati gadis belia itu. Dirinya menyerah pada gelombang birahi yang menyala.
Keringat dingin membanjiri badannya, tiap rabaan menyulut desahan halus. Matanya tertutup erat, menikmati setiap momen kenikmatan itu.
Bayangan itu datang lagi mendekat, kali ini lebih agresif, lebih intens. Gadis itu merasakan hembusan nafas hangat di lehernya.
Suasana kian membara, tiap rabaan meninggalkan bekas yang dalam. Asupan bocil malam itu tidak akan pernah terhapus.
Dan saat gelap usai, cuma bisikan gairah yang tersisa sebagai pengingat kelezatan yang tidak terlupakan. Asupan bocil itu sudah mencetak cerita tersendiri. 